Penais Award 2025: Ajang Bergengsi untuk Penyuluh Agama Islam
Jakarta - Penerangan Agama Islam (Penais) Award telah digelar. Dalam kegiatan pembukaan, Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Penerangan Agama Islam, Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc. M.Si, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penyuluh peserta Penais Award 2025. "Jaga sportivitas, saling mengisi kekurangan, saling membantu, saling belajar," pesan beliau kepada para peserta.
Sebanyak 90 nominator terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia hadir dan siap mensukseskan kegiatan ini. Hal ini menunjukkan kehebatan dan komitmen mereka dalam melakukan tugas pelayanan masyarakat dengan baik.
Dalam laporannya, beliau juga menyampaikan ada sebanyak 25 bupati, 11 bupati, 14 Kepala Kanwil, dan 46 Kepala Kankemenag yang telah mengkonfirmasi kehadirannya pada acara penganugerahan pada 26 Agustus nanti.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam, Dr. KH. Zayadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para Kabid dan para awarde nominee dari seluruh Indonesia terbaik. "Beberapa catatan penting untuk disampaikan. Pertama, mohon maaf karena ada pemajuan jadwal dalam pembukaannya. Dan ini telah terselenggara dengan baik, hal ini menunjukkan kehebatan para penyuluh. Kedua adalah respon publik dari masyarakat bahkan oleh para gubernur terhadap Penais Award ini. " ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya integritas dan kapasitas para penyuluh dalam menyampaikan kebijakan negara dan menjalankan tugas-tugas penyuluhan. "Tantangan tugas-tugas penyuluhan dan bimbingan ke depan sangat kompleks," tambahnya.
Dr. Zayadi juga berharap agar subdit menyiapkan data untuk memperluas akses layanan keagamaan. "Reach the unrich (menemukan/ menjangkau mereka yang belum terjangkau) agar masyarakat mendapatkan hak mengakses layanan keagamaan di manapun berada," pesannya.
Terkait dengan kebermutuan para penyuluh, saat ini pemerintah sedang mencanangkan kebijakan naskah akademik untuk impassing dalam berbagai bentuk sampai jabatan fungsional dan penyuluh utama .

Dalam ajang ini, para penyuluh diharapkan dapat menunjukkan praktik terbaik yang dapat diukur dan diamati. "Tolong cari efidensi empirik terbaik yang bisa diukur, observable, measurable yang terbaik tidak hanya sebatas norma," pesan beliau.
Tahun ini juga ada penambahan kategori penghargaan, yaitu pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup. Dengan demikian, diharapkan para penyuluh dapat menunjukkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan tugas-tugas mereka.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Forkompinda Salatiga Pantau Masjid Ramah Pemudik, Wali Kota Dorong Optimalisasi Layanan
Salatiga - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Salatiga turut serta melakukan pemantauan terhadap fasilitas dan layanan di tujuh Masjid Ramah Pemudik (MRP) yang tersebar
EMI Lakukan Peliputan Program Masjid Ramah Pemudik di Salatiga
Salatiga - Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Persiapan Program Masjid Ramah Pemudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bi
Kemenag Salatiga Siap Sukseskan Program Masjid Ramah Pemudik 2026
Salatiga - Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Program Masjid Ramah Pemudik 2026 menjelang a
KUA Argomulyo Fasilitasi BRUS di MA Plus Sunan Giri, Dukung Program The Most KUA Edisi Ramadan
Salatiga - Penyuluh Agama Islam dan Penghulu pada KUA Argomulyo kembali melaksanakan tugas fasilitasi BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di MA Plus Sunan Giri Salatiga. Kegiatan ini m
BRUS KUA Argomulyo di MTs N Salatiga: Sinergi Kawal Generasi Tangguh
Salatiga — Penghulu dan Penyuluh KUA Argomulyo melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada 24–25 Februari 2026 sebagai tindak lanjut surat Direktorat Jen