Forkompinda Salatiga Pantau Masjid Ramah Pemudik, Wali Kota Dorong Optimalisasi Layanan
Salatiga - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Salatiga turut serta melakukan pemantauan terhadap fasilitas dan layanan di tujuh Masjid Ramah Pemudik (MRP) yang tersebar di wilayah Kota Salatiga. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 1447 H/2026 M.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, bersama rombongan Forkompinda tiba di Masjid Baitusy Syukur dan disambut oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, H. Nurcholis, didampingi Kasi Bimas Islam, Hj. Siti Handayani. Setibanya di lokasi, Wali Kota langsung memberikan motivasi kepada para takmir masjid dan petugas MRP agar terus meningkatkan kualitas layanan bagi para pemudik. “Saya berharap pengelola masjid dapat memaksimalkan pelayanan dan fasilitas yang ada sehingga para pemudik merasa nyaman dan terbantu selama perjalanan,” ujar Wali Kota.

Dalam dialog yang berlangsung antara Wali Kota dan Kasi Bimas Islam, disampaikan bahwa Masjid Baitusy Syukur telah menyediakan berbagai fasilitas tambahan selain sanitasi yang bersih. Fasilitas tersebut meliputi ruang rehat dengan tempat tidur sementara (felt bed), layanan takjil dan buka bersama, ambulans, fasilitas kesehatan dasar, hingga dukungan layanan informasi bagi pemudik. Program Masjid Ramah Pemudik ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2026 serta surat resmi dari Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga Nomor B-0978/Kk.11.32/6/HM.01/03/2026 tertanggal 13 Maret 2026. Dalam surat tersebut, Kemenag telah menunjuk tujuh masjid sebagai titik layanan MRP sekaligus rest area pemudik, serta menugaskan ASN untuk melakukan pemantauan mulai H-5 hingga H+5 Idul Fitri.
Berdasar SE Menteri tersebut, Kemenag berkoordinasi dan memohon dukungan Pemerintah Kota Salatiga beserta instansi terkait seperti Baznas, Setda, BPBD, Kesbangpol, dan Dinas Kesehatan untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan program ini. Dukungan yang diminta antara lain monitoring langsung, penyediaan tenaga kesehatan, hingga bantuan fasilitas seperti felt bed untuk menunjang kenyamanan pemudik.

Wali Kota Salatiga menilai program ini sangat positif. “Program Masjid Ramah Pemudik ini sangat baik. Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pemudik,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Kankemenag Kota Salatiga, H. Nurcholis, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik selama beristirahat di masjid. “Melalui program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini, kami ingin memastikan para pemudik merasa aman dan nyaman. Kami juga mengapresiasi para petugas yang telah berupaya menjaga keamanan barang bawaan pemudik,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan adanya potensi tindak kejahatan yang memanfaatkan kelengahan pemudik. “Terkadang ada oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi psikologis pemudik yang sedang lelah. Dengan adanya petugas MRP, hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir,” tambahnya. Usai memberikan arahan, Wali Kota bersama rombongan meninjau langsung kesiapan fasilitas yang telah disediakan. Beberapa di antaranya seperti penyediaan felt bed dari BPBD sebagai tempat istirahat, layanan call center darurat kesehatan, serta dukungan lintas sektor lainnya yang telah diupayakan sesuai permohonan Kementerian Agama.
Setelah rangkaian pemantauan, Wali Kota dan rombongan melaksanakan salat Asar berjamaah di masjid tersebut. Sebelum melanjutkan agenda berikutnya, Wali Kota juga menyerahkan bingkisan kepada pengelola Masjid Baitusy Syukur sebagai bentuk dukungan tambahan, khususnya untuk penyediaan minuman hangat bagi para pemudik. Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan berbagai instansi terkait dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pelayanan sosial di tengah momentum mudik Lebaran.


Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
EMI Lakukan Peliputan Program Masjid Ramah Pemudik di Salatiga
Salatiga - Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Persiapan Program Masjid Ramah Pemudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bi
Kemenag Salatiga Siap Sukseskan Program Masjid Ramah Pemudik 2026
Salatiga - Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Program Masjid Ramah Pemudik 2026 menjelang a
KUA Argomulyo Fasilitasi BRUS di MA Plus Sunan Giri, Dukung Program The Most KUA Edisi Ramadan
Salatiga - Penyuluh Agama Islam dan Penghulu pada KUA Argomulyo kembali melaksanakan tugas fasilitasi BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di MA Plus Sunan Giri Salatiga. Kegiatan ini m
BRUS KUA Argomulyo di MTs N Salatiga: Sinergi Kawal Generasi Tangguh
Salatiga — Penghulu dan Penyuluh KUA Argomulyo melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada 24–25 Februari 2026 sebagai tindak lanjut surat Direktorat Jen
Para Penghulu dan Penyuluh KUA Argomulyo Laksanakan BRUS di MTs N Salatiga
Salatiga — Para Penghulu dan Penyuluh Agama Islam dari KUA Argomulyo melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs N Salatiga pada 24–25 Februari 2026. K